Kementerian ESDM dan DPR RI Dukung Pemanfaatan LNG untuk Ketahanan Energi Bersih di Bali
Ringkasan Berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII DPR RI mendukung penuh pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi bersih di Provinsi Bali. Upaya ini menjadi bagian penting dari target Bali menuju Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2045.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII DPR RI mendukung penuh pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi bersih di Provinsi Bali. Upaya ini menjadi bagian penting dari target Bali menuju Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2045.
Dalam kunjungan kerja reses Komisi XII DPR RI ke Terminal LNG Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (11/8/2025), Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari menegaskan dukungan tersebut. Ia menyebut, LNG berperan vital dalam mendukung pembangkit listrik berbahan bakar gas yang efisien, rendah emisi, serta menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor pariwisata Pulau Dewata.
“Menjaga keandalan listrik adalah tugas bersama. Melalui pemanfaatan LNG dan sinergi seluruh pihak, kita dapat memastikan Bali sebagai pusat pariwisata nasional memiliki pasokan listrik yang andal, bersih, dan berkelanjutan,” ujar Ida.
Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan, didampingi Deputi Bidang Tata Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Sigit Relianto, serta jajaran direksi dan pimpinan PT Pelindo (Persero). Diskusi membahas peran strategis Terminal LNG Benoa dalam mendukung transisi energi dan menjaga keandalan listrik di Bali.
Putri menyebut, Komisi XII mendukung penuh percepatan transisi energi dari diesel ke LNG sebagai sumber energi yang lebih bersih.
“Kami ingin percepatan transisi menuju energi bersih tetap sejalan dengan pelestarian lingkungan, khususnya perlindungan biota laut dan keberlanjutan pariwisata Bali,” tegas Putri.
Ia menambahkan, dukungan DPR akan dibarengi pengawasan terhadap dampak lingkungan, agar manfaat transisi energi dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan sumber daya alam.
Peninjauan Terminal LNG Benoa dan dialog antarinstansi ini menegaskan komitmen bersama untuk menggabungkan kebijakan energi bersih dengan perlindungan lingkungan. Pemanfaatan LNG diharapkan menjadi pilar ketahanan energi Bali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan. (NH)